Akhirnya, orang tua itu harus meninggal dunia. Kini ia
tergeletak di tempat tidurnya, sendirian. Ketika ia
terjaga, ia melihat begitu banyak bayangan orang
berdiri mengelilingi tempat tidurnya. Wajah mereka
tampak menyenangkan namun sedih. Orang tua itu merasa
keheranan. Ia tersenyum lemah dan berbisik, "Oh,
kalian pasti teman-teman dari masa mudaku dulu yang
datang untuk menyampaikan kata perpisahan. Oh, betapa
bahagianya aku."
Sesosok bayangan mendekati dan merengkuh tangan orang
tua itu. Ia menjawab,
"Tentu saja, kami adalah sahabat-sahabat karib yang
telah menemanimu sejak lama. Kami adalah harapan dan
impian yang tak kau wujudkan dalam hidupmu.
Meski kau merasakannya jauh di dalam hati sanubarimu,
kau tak pernah berusaha untuk mengupayakannya. Kami
adalah bakat-bakat unik yang dianugerahkan padamu,
namun tidak pernah kau asah dan kau gunakan. Kami
adalah hadiah yang tak pernah kau temukan. Teman tua,
kami datang bukan untuk menghiburmu, tetapi kami
datang untuk mati bersama-samamu."
(Les Brown, I Believe in You, Compendium, Inc.)
Saudaraku...
Jangan biarkan seluruh bakat yang dianugerahkan Illahi
kepada kita tersia-siakan begitu saja. Kenalilah bakat
kita, dan mari...kita gali dan persembahkan untuk
hidup dan kebahagiaan kehidupan kita semua.
Sebagaimana sabda Rasul SAW, sesungguhnya mukmin yang
kuat lebih baik daripada mukmin yang lemah.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






No comments:
Post a Comment