Saudaraku....
sudah sejauh manakah bakti kita terhadap ibu
apakah ianya seluas samudra lautan...
atau setinggi langit di cakrawala...
ah sepertinya tidak....
bakti kita masih sejumput rumput yang kita petik di padang ilalang nan luas...
yang sering kali tertahan oleh kesibukan aktifitas kita
padahal Rosul menyuruh kita mengutamakan berbakti kepadanya...
ummuka....ummuka....ummuku tsumma abuka....
begitu sabdanya tatkala sahabat menayakan hal tersebut.
Saudaraku...
sudahkah kau sapa ibumu hari ini?
sekedar menanyakan kesehatannya
mendengarkan ceritanya
disela-sela aktifitas kesibukan kerjamu
yang senantiasa menyita waktu-waktumu
tolong jangan remehkan hal ini
walau andaikan jarak seluas benua dan samudra memisahkanmu
Ibu...
sebuah kata yang mewakilkan sesosok figur yg kita cintai,
yang melahirkan kita dan membesarkan kita, segenap jiwa dan tenaga
sembilan bulan dilaluinya dengan kesusahan dan keletihan yang amat
ketika mengandung kita dengan diakhiri oleh perjuangan antara hidup
dan mati dengan harapan agar kita lahir dengan selamat.
Ibu...
sebuah kata yang mewakilkan sesosok figur yg kita cintai,
yang merawat kita hingga kita mengerti akan arti kehidupan.
Dengan segala curahan kasihnya yang terus mengalir hingga meresap
kedalam jiwa kita sampai kita seperti saat ini. Beliau tak mengenal lelah
dan tak pernah mengharapkan balasan apapun dari kita.
Ibu...
sebuah kata yang mewakilkan sesosok figur yg kita cintai,
yang senantiasa berjuang demi kebahagian anak-anaknya.
siang malam dipersembahkannya mata air kasih sayang
yang terus mengucur berbalutkan kelembutan hatinya.
Ibu...
sebuah kata yang mewakilkan sesosok figur yg kita cintai,
yg senantiasa mengisi harinya dengan doa agar kita
menjadi anak yang sholeh dan sholehah
dengan sejuta harapan agar kita bahagia di akhirat kelak
Teriring doa tuk bunda tercinta.....
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






No comments:
Post a Comment