Thursday, July 31, 2008

Buah Mengimani Hari Akhir

Oleh: KH Rahmat Abdullah

Iman terhadap hari akhir (kiamat) secara khusus diulang-ulang,
baik dalam Alquran maupun Hadis. Kerap penyebutan itu terkait
dengan penguatan komitmen untuk melaksanakan sesuatu atau
untuk meninggalkan sesuatu. ''... jika berselisih tentang sesuatu,
hendaklah kalian kembalikan itu kepada Allah dan Rasul-Nya,
jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir...
(Qs 4:59).
kaki-kaki mereka atas segala yang mereka kerjakan.'' (Qs 36:65).
Karenanya, rangkaian amal terkait jenazah bukan hanya berdampak
sosial, tetapi juga moral-spiritual.

Alquran berulang-ulang mengantar harapan Rasulullah saw dan para
sahabat jauh ke depan, bahwa kemenangan sejati akan mereka capai
di akhirat nanti. Dengan iman terhadap hari akhir, seorang pejuang
tidak kenal putus asa. Apa dan berapa saja pengorbanan di jalan
Allah, ia sangat yakin akan catatan dan ganjarannya.

Bahkan, Alquran melarang mengatakan mujahid yang syahid di jalan
Allah sebagai mati karena mereka memang hidup (QS 2:154/ 3:169).
Demikianlah para rasul dan para pengikut tidak merasakan kepedihan
dalam perjuangan. Kalau wajah seorang Yusuf AS, remaja yang
tampan, telah membuat perempuan-perempuan di Mesir mengiris-iris
jari-jari mereka tanpa sadar, betapa keindahan surga dan kepastian
janji Allah telah membuat para pejuang di jalan-Nya sama sekali
tidak merasa rugi, kalah atau sia-sia. Sebaliknya, mereka yang
menzalimi diri sendiri atau sesama harus segera ingat bahwa ada
batas usia bagi kehidupan dan ada persidangan yang adil.
Sesudah itu kebahagiaan atau kesengsaraan abadi.

Iman terhadap hari akhir menyuburkan sikap tanggung jawab.
Mereka yang dipuji-Nya sebagai orang-orang yang ''... pagi dan
petang bertasbih di rumah-rumah Allah'' adalah orang-orang yang
tidak terlalaikan oleh aktivitas perdagangan dan jual beli, dari
mengingat Allah, menegakkan shalat dan menunaikan shalat,
''Karena mereka takut akan hari saat berguncang-guncangnya hati
dan penglihatan... (Qs 24:37)

Iman ini juga menghasilkan, memelihara, dan meningkatkan
keikhlasan, keteguhan, dan semangat juang. Keberanian,
kesungguhan dan optimisme adalah ciri khas mereka yang beriman
kepada Allah dan hari akhir.
'Sesungguhnya yang akan memakmurkan masjid-masjid Allah
adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir,
menegakkan shalat, dan menunaikan zakat serta tidak takut kepada
siapa pun selain Allah ....'' (QS 9:18).
Penyiksaan terhadap keluarga Yasir RA sangat brutal, khususnya
pembunuhan Sumayah, istri Yasir. Tak ada lagi yang dapat dilakukan
selain berdoa dan berharap. Keluarlah kata bersayap Rasulullah,
''Bersabarlah, wahai keluarga Yasir, tempat kalian berjumpa (esok)
di surga.''

Sangat menyentuh dan membuat gairah takwa saat membaca atau
mendengar ayat-ayat Hari Akhir, ''Sesungguhnya orang-orang yang
bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-
mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh
Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah
orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu
malam. Di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).
Pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta
dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.'' (Addzariyat: 14-19).


No comments: