Friday, June 15, 2007

Perluas Zona Aman

sahabat...
Tentu kita semua sudah faham tentang apa yg dimaksud dgn zona aman, yaitu zona dimana kita merasakan keamanan didalamnya. Kadang kala kita merasa takut untuk keluar meninggalkan zona aman kita, karena kita bersugesti bahwa kita tidak akan mampu untuk menghadapi resiko atau dgn kata lain kita tidak berani mengambil resiko yg besar. Kadangkala yg ada dalam benak pikiran kita adalah kita sudah merasa puas dgn apa yg telah kita raih sekarang. Dan repotnya kita telah menganggap bahwa diri kita telah cukup berhasil.

sahabat...
Banyak orang2 besar yg berhasil dalam kehidupan mereka karena mereka berani untuk beresiko, mereka menciptakan quantum-quantum dalam kehidupan mereka sehingga secara otomatis mereka telah memperlebar zona aman mereka sendiri, mereka merasa belum cukup puas dgn apa-apa yg telah mereka kerjakan, mereka merasa belum cukup puas dgn ilmu-ilmu yg telah mereka pelajari shg hal ini membuat mereka terus dan terus untuk belajar dan berkarya. kreasi dan inovasi terus mereka lahirkan, berbagai macam buku ttg ilmu yg mereka butuhkan mereka lahap, shg apa yg dinamakan proses pembelajaran terus melekat dalam diri mereka.

sahabat...
Marilah kita jadikan diri kita sbg manusia pembelajar
manusia yg tidka akan pernah puas dgn ilmu yg didapat...
manusia yg belum akan merasa puas sebelum dapat membuat dirinya
bermanfaat bagi orang lain, bagi ummat...

Sehebat apapun kita, tidak mungkin bekerja secara produktif jika tidak bisa membuat lingkungan kita aman. Zona aman dapat kita ciptakan mulai dari diri kita sendiri lalu meluas ke lingkungan sekitar kita.

Berikut diantaranya langkah2 untuk memperluas zona aman kita:

1.. Menjadi orang spesifik.
Kita sebaiknya mempunyai keahlian khusus yang jarang dimiliki orang lain, sehingga ketika ada permasalahan tentang hal itu, kitalah tempat bertanya.

2.. Memperluas wawasan.
Selain mempunyai keahlian yang spesifik, jangan lupa untuk memperluas wawasan kita dengan pengetahuan lainnya. Kita tidak harus menjadi ahli dalam segala hal, tetapi sebaiknya mengenal banyak hal.

3.. Mengakui kelebihan orang lain.
Semakin menyadari keterbatasan diri kita dan mengakui kelebihan orang lain akan membuat orang-orang di sekitar kita merasa nyaman. Sudah menjadi standar yang umum, orang tawadhu’ lebih disukai.

4.. Menjadi sahabat semua orang.
Mengambil sikap tidak memusuhi orang lain membuat kita merasa nyaman di mana pun. Biarpun ada orang yang memusuhi kita, anggap aja sebagai partner, ladang amal bagi kita.

5.. Meyakini setiap tindakan kita.
Apapun yang kita lakukan, hendaknya sudah kita yakini betul kebenarannya. Sikap kita yang tegas dan lembut dalam membela keyakinan kita membuat orang lain juga mempunyai sikap yang jelas.

6.. Evaluasi diri.
Kita tidak perlu malu untuk mengakui kesalahan yang telah terjadi dan segera memperbaiki diri. Sahabat dekat, guru atau siapapun yang kita percayai dan mempunyai kemampuan lebih dari kita, merekalah tempat bertanya yang baik.

7.. Pertolongan Allah.
Sehebat apapun prestasi kita, seindah apapun ahlak kita dan selincah apapun kemampuan negosiasi kita, akan sia-sia jika Allah tidak menolong. Maka satu-satunya jalan untuk membentengi apapun tidakan kita adalah pertolongan Allah. Oleh krn itu jgn tinggalkan doa dgn senantiasa meminta pertolongan-Nya

No comments: