namun kenapa kini ia selalu menggelayuti pikiranku
jejak-jejaknya senantiasa mengembara dalam sunyi
tak lelah menapaki setiap hari-hari yang kulewati
kekuatan energi cintakah yang telah melahirkannya kembali
sehingga ku tak kuasa menghalaunya pergi
walau bertemankan kesibukan rutinitas tiap hari
pagi sampai sore berulang kali
namun ia tetap saja menyusup pasti
membasahi setiap relung-relung hati
mengalir bagai air bah
melesat bagai sebatang panah
ahh...aku harus berkata jujur
tak bisa membohongi nurani lagi
karena tak ada obat yang manjur
kecuali bertemu dengannya lagi
istriku...
aku rindu padamu.....






No comments:
Post a Comment